Jumat, 22 April 2011

tugas ku soft skill KETAHANAN NASIONAL kewarganegaraan

KETAHANAN NASIONAL

1.       Latar Belakang
Setiap bangsa sudah pasti mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan dalamdalam hidup dan kehidupan nyata cita-cita itu merupakan arahan atau tujuan yang sebenar-benarnya dan mempunyai fungsi sebagai penentu arah dari tujuan nasionalnya. Namun demikian ,mencapai cita-cita dan tujuan nasional itu bukan sesuatu yang mudah iwujudkan karena dalam perjalanannya kearah itu akan energi baik positif maupun negative yang memaksa suatu bangsa untuk mencari solusi terbaik, terarah, ,efektif dan efesien.

Energi positif bisa muncul dari dua situasi kondisi yaitu dalam negri dan luar negri. Kedua posisi ini menjadi akan menjadi motor dan stimulan untuk membangkitkan kesadaran pada bangsa untuk membangun ketahanan nasional yang holistik dan komprehensif. Di sisi lain,energi negative juga akan muncul dari dua situasi kondisi tadi,yang biasa menjadi penghambat  dan rintangan untuk membangun ketahanan nasional.energi negative biasanya muncul secara parsial tapi tidak dapat dipungkiri dalam banyak hal merupakan suatu produk yang tersistem dan terstruktur dengan rapi dalam system operasional yang memakan waktu lama .

Energi positif tersebut di atas dalam banyak wacana biasanya disebut dengan daya dan upaya penguatan pembangunan suatu bangsa dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya .sementara itu ,energi negative cenderung untuk menghambat dengan tujuan akhir melemahkan bahkan menghancurkan suatu bangsa.

Kemampuan,kekuatan ketangguhan dan keuletan sebuah bangsa melemahkan dan atau menghancurkan setiap tantangan,rintangan dan gangguan itulah yang disebut dengan ketahanan nasional.oleh karena itu,ketakhanan nasional mutlak ssenantiasa untuk dibina dan dibangun serta ditumbuh kembangkan secara terus-menerus dengan simultandalam upaya mempertahankanhidup dan kehidupan bangsa. Lebih jauh dari itu adalah makin tinggi tingkat ketahanan nasional suatu bangsa maka makin kuat pula posisi bangsa tersebut dlam pergaulan dunia.

Bangsa dan Negara Indonesia sejak proklamasi pada tanggal 17 agustus 1945pun tidak lepas dan luput dari persoalan yang berkaitan dengan ketahanan nasional karena dalam perjalanan sejarahnya NKRI mengalami pasang surut dalam menjaga eksistensi dan kelangsungan hidup  sebagai sebuah bangsa dan Negara yang merdeka dan berdaulat.apabila dilihat dari geopolitik dan geosstrategi yang kemudian dikaitkjan dengan potensi-potensi yang dimilikinya maka bangsa Indonesia berada pada posisi yang rawan dengan insabilitas nasional yang diakibatkan dari berbagai kepentingan seperti persaingan dan atau perebutan pengaruh baik dari dalam negri maupun dari luar negri. Hal itu sudah di[astikan akan memberikan dampak bagi hidup dan kehidupan bangsa dan Negara Indonesia dalam jangka pendek maupun jangkia panjang.

Indonesia adalah Negara yang berstandar pada kekuatan hokum sehingga kekuasaan dan penyelenggaraan hidup dan kehidupan kenegaraan diatur oleh hokum yang berlaku .dengan kata lain ,hukum sebagai pranata social disusun untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa itu menjaga ketertiban bagi seluruh rakyatnya .kondisi kehidupan nasional itu menjadi salah satu kekuatan ketahanan nasional karena ada di Indonesia dan lebih jauh dari pada itu menjadi salah satu kekuatan letahanan nasioana karena adanya jaminan kekuasaan hokum bagi semua pihak yang ada di Indonesia dan lebih jauh dari pada itu adalah enjadi cermin bagaimana rakyat Indonesia mampu untuk tumbuh dan berkembang dalam suatu wilayah ysng menempatkan hukum sebagai asas berbangsa dan bernegara dengan ,enyandarkan pada kepentingan dan aspirasi rakyat.

2.POKOK-POKOK PIKIRAN
upaya pencapaian ketahanan nasional sebagai pijakan tujuan nasional yang disepakati bersama didasarkan pada pokok-pokok pikiran berikut:
1.      manusia berbudaya
manisia adalah makhluk tuhan yang pertama–tama berusaha menjaga, mempertahankan eksitensi dan kelangsungan hidupnya.oleh karena itu , manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dari yang palig pokok sampai yang paling mutakhir baik yang bersifat materi maupun kejiwaan.

Manusia dikatakan makhluk tuhan yang sempurna karena memiliki naluri ,kemampuan berfikir,akal berbagai keterampilan ,senantiasa berjuang .untuk keperluan itu maka manusia hidup berkelompok (homo socius) dan menghuni suatu wilayah tertentu yang dibinanya dengan kemampuan dan kekuaasaanya (zoon politicon).oleh karena itu ,manusia bebrbudaya senantiasa selalu mengadakan hubungan-hubungan sebagai berikut:        
  1. manusia dengan tuhan dinamakan agama /kepercayaan
  2. manusia dengan cita-cita dinamakan ideologi
  3. manusia dengan kekuatan/kekuasaan dinamakan politik
  4. manusia dengan pemenuhan kebutuhan dinamakan ekonomi
  5. manusia dengan penguasaan/pemanfaatan alam dinamakan ilmu pengetahuan dan teknologi
  6. manusia dengan manusia dinamakan sosial
  7. manusia dengan rasa keindahan dinamakan seni/budaya
  8. manusia dengan tuhan rasa aman dinamakan pertahanan dan keamanan

dari uraian tersebut diatas diperoleh sesuatu kesimpulan bahwa manusia bermasyarakat untuk mendapatkan kebutuhan hidupnya yaitu kesejahteraan, keselamatan dan keamanan. ketiga hal itu adalah hakekat ketahanan nasional yang mencangkup dan meliputi kehidupan nasional yaitu aspek alamiah dan aspek aspek alamiah adalah :
  1. posisi dan lokasi geografi negara
  2. keadaan dan kekayaan alam
  3. keadaan dan kemampuan penduduk
aspek sosial/kemasyarakatan adalah :
  1. ideologi
  2. politik
  3. social
  4. budaya
  5. pertahanan & keamanan

aspek alamiah bersifat statis dan sering disebut dengan istilah trigatra,sedangkan aspek sosial/kemasyarakatan bersifat dinamis disebut juga dengan istilah pancagatra.kedua aspek itu biasanya mempunyai dengan astagatra.aspek-aspek diatas mempunyai hubungan timbalbalik antara yang sangat erat yang disebut dengan istilah keterhubungan (korelasi) dan ketergantungan (interdependensi).

2.      Tujuan Nasional, Falsafah Bangsa Dan Ideologi Negara
Tujuan nasional menjadi pokok pikiran dalam ketahanan nasional ke\arena suatu organisasi apapun bentuknya dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan ddengan masalah-masalah yang internal dan eksternal,demikian pula dengan Negara dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu , dibutuhkan situasi yang siap untuk menghadapinya.

Untuk Indonesia, falsafah dan ideology menjadi pokok pikiran ketahanan nasioanal diperoleh dari pembukaan UUD 1945 yang berbunyi sebagai berikut:
  1. Alinea pertama, menyebutkan bahwa “sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh karena itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan , karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”mempunyai makna :”merdeka adalah hak semua bangsa”,”penjajah bertentangan dengan HAM”.
  2. Alinea kedua menyebutkan “dan perjuangan  kemerdekaan Indonesia telkah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa menghantarkan Negara Indonesia yang merdeka bersatu nerdaulat adil dan makmur”mempunyai makna:”adanya masa depan yang harus diraih(cita-cita).
  3. Alinea ketiga menyebutkan “atas berkat rahmat allah yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan bangsa yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya “mempunyai makna :’’ bila Negara ingin mencapai cita-cita maka kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat ridho allah yang merupakan doronganspiritual”
  4. Alinea keempat menyebutkan “kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikiut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarka kemerdekaan ,perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dan berdasarkan kepada :ketuhanan yang maa esa,kemanusiaan yang adil dan beradap,persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,

Serta dengan mewujudkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia”.alinea itu mempunyai makna yaitu mempertegas cita-cita yang harus dicaoai oleh bangsa Indonesia melalui wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

3.      PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Ketahanan nasional pastinya mempunyai rumusan dengan pengertian yang baku dalam  upaya menghadapi dinamika perkembangnan dunia dari msa ke masa . kepastian itu menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik dasar atau titik tolak untuk gerak implement/peneraoan di dalam hidup  dan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

Pengertian baku ketahanan nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi,berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional ,dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,ancaman,hambatan dan gangguan baik yang dating dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas,integrasi, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.

Oleh karena itu ketahanan nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan yang harus senantiasa diwujudkan  dan di bina secara terus-menerus secara sinergi. Hal demikian itu dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri pribadi,keluarga,masyarakat,bangsa dan Negara dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional. Proses berkelanjutan itu harus selalu didasari oleh pemikiran geopolitik dan geostrategi sebagai sebuah  knsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan konsentelasi yang ada disekitar Indonesia.

Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi ketahanan nasional melalui pengaturan dan  penyelenggaraan  kesejah teraan yang seimbang, serasi dan selaras dalam Seluruh aspek kehidupan secara utuh ,menyeluruh dan terpadu berlandaskan panca sila,uud1945 dan wawasan nusantara.dengan kata lain,knsepsi ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (srana)untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional,dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.

Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuh kembangkan nilai-nilai nasionalnya,demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata,rohaniah dan jasmaniah.sementara itu,keamanan adalah kemampuan bangsa dan Negara untuk  melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.

Hakikat ketahanan nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengambangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dalam mencapai tujuan nasional.
Hakikat konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah Pengturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang , serasi dan selaras dalam aspek hidup dan kehidupan nasional.
              


4.      ASAS-ASAS KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Asas ketahanan nasional  Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berdasarkan pancasila,uud1945 dan wawasan nasional yang terdiri dari :

1.      Asas Kesejahteraan Dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutihan manusia yang mendasar dan esensial,baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.dengan demikian  kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam system kehidupan nasional dan merupakan nilai instrinstik yang ada padanya.dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitik beratkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan.sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan.oleh karena itu,keduanya harus selalu ada,berdampingan pada kndisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan nasional sebuah bangsa dan Negara.

2.      asas komprehensif integral atau menyeluruh terpadu
system kehidupan nasional mencangkup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang,serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.dengan demikian,ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh,menyeluruh dan terpadu (konprehensif integral)

3.      Asas Mawas Kedalam Dan Maws Ke Luar
System kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi.disamping itu,system kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya.dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negative.untuk itu diperlukan sifat mawas kedalam dan mawas ke luar.
  1. Mawas Ke Dalam
Mawas ke dalam bertujuan untuk menumbuhkan hakikat,sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proposional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.hal itu tidak berarti ketahanan nasional tidak mengandung sikap isolasi ataupun sikap nasionalisme sempit.
  1. Mawas Ke Dalam
Mawas keluar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta ,menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.untuk menjamin kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional,agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar .namun demikian, interaksi dengan pihak lain di utamakan dala bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.

4.      Asas Kekeluargaan
asas kekeluargaan mengndung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara.dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus di kembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistic yang saling menghancurkan.
E.     SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
ketahanan  nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan asas-asasnya,yaitu :

1.      Mandiri
ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas,inegritas dan kepribadian bangsa. kemandirian (independent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan  global(interdependent)

2.      Dinamis
Ketahanan nasional tidaklah tetap melainkan dapat meningkat dan atau menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan Negara serta kondisi lingkungan sstrategisnya.hal ini sesuai dengan hakikat danpengertian bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah itu senantiasa berubah pula. Selalu diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik 
3.      Wibawa
keberhasilan pembinaan ketahanan nasional Indonesia secara berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi factor yang diperhatikan ketahanan nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan Negara Indonesia.
4.      Konsultasi Dan Kerjasama
Konsepsi ketahanan nasional Indonesia yang mengutamakan sikap konfrotatif dan antagonistis,tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengendalikan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.

F.     PENGARUH ASPEK KETAHANAN NASIONAL PADA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
Berdasarkan rumusan pengertian ketahanan nasional dan kondisi kehidupan nasional indonesia sesungguhnya ketahanan nasional merupakan gambaran dari kondisi sistem 9tata)kehidupan nasional dalam bebrbagai aspek  pada saat tertentu. Tiap aspek di dalam tata kehidupan nasional relatif berubah menurut waktu,ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang amat sulit di pantau,karena sangat kompleks. Dalam rangka pemahaman dan pembinaan tata kehidupan nasional itu diperlukian penyederhanaan tertentu dari berbagai aspek kehidupan nasional dalam bentuk model yang merupakan hasil pemetaan dari keadaan nyata ,melalui suatu kesepakatan dari hasil analisa terdalam yang dilandasi teori hubungan antara manusia dengan tuhan,dengan manusia/masyarakat dan dengan lingkungan.
            Berdasarkan pemahaman tentang hubungan tersebut diperoleh gambaran bahwa konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan yaitu :

a.       Aspek yang berkaitan dengan alamiah bersifat statis meliputi aspek geografi, dan sumber daya alam
b.      Aspek yang berkaitan dengan sosial bersifat dinamis meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam

1.      Pengaruh Aspek Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa.keampuhan suatu ideologi tergantung pada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia baik sebagai perseorangan maupun sebagai maupun sebagai anggota masyarakat.secara teori suatu ideologi bersumber dari suatu aliran fikiran /falsafah dan merupakan pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri. Ideologi besar yang ada di dunia adalah:

1.      Liberalisme
Aliran pikiran perseorangan atau individualistik.aliran pikiran ini mengajarkan bahwa negara adalah masyarakat hukum(legal sociecty) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial).menurut aliran ini, kepentingan harkat dan martabat manusia (individu)
Sehingga masyarakat tiada lebih dari jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri.hak dan kebebasam orang seorang dibatasi hanya oleh hak yang sama yang dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya.
Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat ole siapapun termasuk penguasa,terkecuali atas persetujuan yang bersangkutan .faham ini mempunyai nilai –nilai dasar(intrinstik)yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individu secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan ditengah-tengah kekayaan material yangmelimpah dan dicapai dengan bebas.faham ini juga selalu mengaitkan aliran pikirannya dengan HAM yang menarik minat/daya tarik yang kuat untuk kalangan masyarakat tertentu.aliran ini diajarkan oleh thomas hobbes,jhon locke,jean jaques rousseau,herbert spencer dan harold j.laski.
2.      Komunisme
Aliran pikiran teori golongan (class theory) yang diajarkan oleh karl mark,Engles, lenin. Bermula merupakan kritikan marx terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Aliran ini beranggapan bahwa negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain.kelas atau golongan ekonomi kuat menindas ekonomi ;emah. Golongan borjus menindas golongan proletar (kaum buruh). Oleh karena itu, mark menganjurka agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur negara. Alairan ini erat hubungannya dengan aliran material dialektris atau materialistik. Aliran ini juga menonjolkan adanya kelas/golongan,pertentangan antar golongan,konflik dan jalan kekerasan/revolusi dan perebutan kekuasaan negara.
      Pikiran-pikiran karl mark tentang sosial, ekonomi, politik yang kemudian disistematisasikan oleh fredrick engles ditambah dengan pikiran lenin terutama dalam pengorganisasian, dan opersionalisasinya menjadi landasan dari paham komunisme.sesuai dengan aliran pikiran yang melandasi komunisme maka dalam upaya merebut ataupun mempertahankan kekuasaannya maka komunisme akan:
1.       menciptakan situasi konflik untuk mengadu golongan- golongan tertentu serta menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
2.      ajaran komunisme adalah atheis dan didasarkan pada kebendaan(materialistis) dan tidak percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa bahkan agama dinyatakan sebagai racun bagi kehidupan masyarakat.
3.      masyarakat komunis bercorak internasional.masyarakat yang di cita-citakan komunis adalah masyarakat komunis dunia yang tidak dibatasi oleh kesadaran nasional. Hal ini tercermin dalam seruan mark yang terkenal ”kaum buruh di seluruh dunia bersatulah” komunusme menghendaki masyarakat tanpa nasionalisme.
4.      Masyarakat komunis yang dicita-citakan adalah masyarakat tanpa kelas.masyarakat tanpa kelas dianggap masyarakat yang dapat memberikan suasana hidup yang aman dan tentram,tidak ada pertentangan,tidak adanya hak milik pribadi atas alat produksi dan dihapusnya pembagian kerja.
Perombakan masyarakat hanya dapat dilaksanakan melalui jalan revolusi.setelah revolusi berhasil maka kaum proletar akanmemegang tampuk pimpinan kekuasaan negara dan menjalankan pemerintahan secara di traktor mutlak (ditraktor proletariat).

c.       Faham Agama
Ideologi bersumber pada filsafah agama yang termuat dalam kitab suci agama.negara membina kehidupan keagamaan umat dengan sifat spiritual religius.dalam entuk lain negara melaksanakan hukum /ketentuan agama dalam kehidupan dunia,negara berdasarkan agama.

Ideologi pancasila
Merupakan tatanan nilai yang digali/dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh berkembang dalam masyarakat di indonesia. Kelima silamerupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengalamannya harus mencangkup semua nilai yang terkandung di dalamnya.sila ke satu ketuhanan yang maha esa,mengandung arti spiritual ,memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di indonesia.nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental spiritual dan landasan etik dalam ketahanan nasional,dengan demikian atheisme tidak berhak hidup di bumi indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama.

            Sila kemanusiaan yang adil dan beradab,mengandung arti  nilai sama derajat, sama berkewajiban dan hak, cinta- mencintai,hormat-menghormati,keberanian membela kebenaran dan keadilan, toleransi dan nilai gotong royong.

Sila persatuan indonesia,mengandung arti bahwa pluralisme masyarakat indonesia memiliki nilai persatuan bangsa dan kesatuan wilayah yang merupakan faktor pengikat, dan menjamin keutuhan nasional atas dasar bhineka tunggall ika.nilai ini menempatkan kepentingan pribadi atau golongan,sebaliknya kepentingan pribadi dan golongan diserasikan dalam rangka kepentingan bangsa dan negara.

Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijasanaan dalam permusyawaratan perwakilan,mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi)yang di jelmakan oleh persatuan nasional rill Dan wajar.nilai ini mengutamakan kepentingan negara dan bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan,musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

            Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,mengandung nilai sikap adil, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, menghormati hak orang dan sikap gotong royong,dalam suasana kekeluargaan,suka memberi pertolongan kepada orang, suka bekerja keras dan bersama-sama mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Ketahanan Pada Aspek Ideologi
            Ketahanan ideologi dapat diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,ancaman,hambatan dan gangguan dari luar negri maupun dari dalam negri yang langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan hidupan ideologi bangsa dan negara republik indonesia,oleh karena itu, dibutuhkan kondisi mental bangsa yang berlandaskan pada keyakinan akan kebenaran ideologi pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengalamannya yang konsisten dan berlanjut.

            Pancasila merupakan ideologi nasional,dasar negara, sumber hukum dan pandangan hidup bangsa indonesia.oleh karenaitu,untuk mencapai ketahanan ideologi maka diperlukan aplikasi nyata pancasila secara murni dan konsekuen baik objektif maupun subjektif. Pelaksanaan objektif adalah bagaimana pelaksanaan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi tersurat atau paling tidak tersirat dalam uud 1945 dan segala peraturan perundangan dibawahnya serta segala kegiatan penyelenggaraan negara. Pelakasanaan subjektif adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dilaksanakanoleh pribadi masing-masing dalam kehidupan sehari-hari secara pribadi,anggota masyarakat dan negara. Pancasila mengandung sifat idealistik,realistik, dan fleksibilitas sehingga terbuka terhadap perkembangan kehidupan tetapi sesuai dengan idealisme yang terkandung dalamnya.

Pancasila sebagai dasar RI erdapat dalam alenia IV pembukaanUUD 1945 .pancasila sebagai ideologi nasional diatur dalam ketetapan MPR RI no. : XVIII/MPR/1998.Pancasila sebagai pandangan hidup dan sumber hukm diatur dalam Tap. MPRS RI no.:XX/MPRS1966jo.Tap.MPR RI No.:.III/MPR/2000

Pengaruh Aspek Politik
            Politik berasal dari kata ”lolitics” danartinya berbicara politik akan mengndung makna kekuasaan (pemerintahan) atau juga kebijaksanaan .pemahaman itu berlaku di indonesia dengan tidak memisahkan antara politics dan policy Sehigga kita menganut satu faham yaitu politik.

         Hubungan tersebut tercermin dalam fungsi pemerntahan negara sebagaipenentu kebijaksanaan serta aspirasi dan tuntutan masyarakat sebagai tujuan yang ingin di wujudkan sehingga kebijakan pemerintahan negara itu haruslah serasi dan selras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat.

         Poltik di indinesia harus dapat dilihat dalam konteks ketahanan nasioanal ini meliputi dua bagian utama yaitu politik dalam negri dan politik luar negri.



1.      POLITIK DALAM NEGRI
      Politik dlam negri adalah kehidupan plitik dan kenegaraan berdasarkan pancasila dan uud 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu sistem, yang unsur-unsurnya terdiri dari :
a.       Struktur politik mrupakan wadah penyaluran pengambilan berubah kepentingan masyarakat dan sekaligus wadah dalam menjaring pimpinan asional
b.      Proses politik merupakan suatu rangkaianpengmbilan keputusan tetang berbagai kepentingan politik maupun kepentingan umum yang bersifat nasional dan penentuan dalam pemilihan kepemimpinan ,yang puncaknya terselenggara dalam pemilihan kepemimpinan,yang puncaknya terselenggara dalam pemilu.
c.       Budaya politik merupakan cerminan dari aktualisasi hak dan kewajiban kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan secara sadar dan rasional baik melalui pendidikan politik maupun kegiatan-kegiatan politik yang sesuai disiplin nasional.
d.      Komunikasi politik merupakan suatu hubungan timbal balik antar-berbagai kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara baik rakyat sebagai sumber apirasi maupun yang bersumber dari pimpinan –pimpinan nasional sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan 
2.      Politik Luar Negri
      Politik Luar Negri Merupakan proyeksi kepentingan nasional ke dalam kehidupan antar bangsa. Dijiwai oleh falsafah negara pancasila sebagai tuntutan moral dan etika ,politik luR Negri indonesia di abadikan intuk kepentingan nasional di abadikan untuk kepentingan nasional terutama dalam pembangunan nasional. Dengan demikian politik luar negri merupakan bagian integral dari strategi nasional dan secara keseluruhan merupakan salah satu sarana pencapaian tujuan nasional.

            Politik luar negri indonesia adalah bebas dan aktif . bebas da;lam arti indonesia tidak memihak  kepada kekuatan-kekuatan yang pada dasrnya tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi objek percaturan internasional,tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercantum dalam pancasila dan pembukaan UUD1945.heterogenitas kepentingan bangsa-bangsa di dunia maka politik luar negri harus bersifat kenyal dalam
Arti bersikap moderat dalam hal yang kurang prinsipil maupun tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar seperti yang ditentukan dalam pembukaan UUD1945. dinamika perubahan-perubahan hubungan antar bangsa yang cepat dan tidak menentu di dunia maka dibutuhkan kelincahandalam arti kemampuan penyesuaian yang tinggi dan cepatuntuk menanggapi dan menghadapinya demi kepentingan nasional.


Daftar Pustaka
Sumber :
seri diktat kuliah buku pendidikan kewarganegaraan disusun oleh:
H.Achmad Muchji, Drs.,MM, Gatot Subyakto,S.H, Heru Mugimin , SH, Mei Raharja,Drs.,MM,Sangsang Sangabakti , Ssos, Spd, Mpsi  penerbit gunadarma

                                                                                                                                                

0 komentar:

Posting Komentar